Langkah Sunyi di Tengah Gelap Diri
Sebuah Prosa Puitis Karya S. Kholifatur R.
Di dalam dirinya, ada jiwa yang lelah karena terlalu lama memaksa diri untuk terlihat kuat.
Setiap hari senyumannya terpancar,
meyakinkan semua orang bahwa semuanya akan baik-baik saja,
padahal diam-diam ada hati yang perlahan rapuh
dan pikiran yang mulai membentuk benang kusut.
Tak ada satu pun yang tahu betapa sulitnya ia berdamai dengan dirinya sendiri.
Tentang bagaimana malam terasa begitu panjang,
dipenuhi kecemasan dan tangisan yang tenggelam dalam diam.
Ia menjadi dewasa bukan karena usia,
melainkan karna keadaan.
Di balik usahanya menyembuhkan diri sendiri,
disudut hatinya diam-diam meminta untuk dipeluk lebih erat,
didengar tangisnya, dan ditemani setiap langkahnya.
Lukanya tak pernah benar-benar menghilang,
justru menetap di sudut kepala berubah menjadi bisikan-bisikan kecil
yang terus membuatnya merasa tak pernah cukup baik.
Di tengah hutan yang gelap dan nyaris membuatnya tersesat, ia tetap bertahan.
Meski berkali-kali terjatuh, ia terus berjalan dengan secercah harapan bahwa suatu hari nanti ia akan kembali menemukan jalan keluar dari gelapnya hutan.
Karena terkadang, saat seseorang hampir tersesat dalam gelapnya sendiri,
bertahan hingga esok hari saja sudah menjadi kemenangan kecil yang sangat berarti.

0 Komentar