6/recent/ticker-posts

Yang Perlahan Pulang




Yang Perlahan Pulang
Oleh Ann (nama panggilan kesukaanku)

Sesak, marah, penuh, riuh, kalut
Menu tetap setiap hari
Tak bisa diubah
Tak bisa dibantah

Sembilan belas tahun
Ia hinggap di tubuhku
Dan sisanya
Masih betah menetap

Aku takut bersuara
Bukan karena akan digorok dunia
Melainkan karena
Akankah ada yang mau mendengar jeritku?

Akankah ada tangan yang terulur?
Akankah ada peluk
Tanpa lebih dulu menghakimi?
Aku kira tidak.....

Pikiran itu menjadi racun
Merambat pelan di dalam dada
Menghapus tekad satu per satu
Membungkam seluruhku

Tanpa kusadari
Aku menyakiti
Aku yang manis di dalam sana

Lalu pada hari itu
Aku memilih menyuarakannya
Apapun konsekuensinya

Yang biasanya hanya berkata “iya”
Hari itu dengan lantang aku berkata “tidak”

Aku pikir akan runtuh segalanya
Ternyata tidak

Dari situ.....
Ada perspektif yang terbuka
Ada nada yang melunak
Ada hatiku yang tak lagi seberat kemarin

Yang selalu kutakuti
Ternyata hanya skenario
Yang kubuat sendiri

Dan sejak itu
Sunyi tak lagi menakutkan
Ia hanya ruang
Tempat keberanian tumbuh pelan-pelan

Posting Komentar

0 Komentar