6/recent/ticker-posts

Jejak yang Tak Sama



Jejak yang Tak Sama

Sebuah Puisi Karya Salma

Di semesta yang riuh ini,

Kita mengeja takdir dengan ritme berbeda.

Ada yang telah memeluk fajar di balik bukit,

Ada yang masih memeluk sepi, diterpa rimba yang rintik.


Jangan ukur kedalaman lautmu

Dengan dangkalnya tepian orang lain.

Ada yang diberi sayap untuk terbang cepat,

Ada yang diberi akar agar kokoh memahat.

Keduanya tidak sedang berlomba,

Hanya sedang menuntaskan bentuknya.


Yang mendahului bukan berarti paling bijak,

Yang tersisa bukan berarti tak berjejak.

Sebab tiap jiwa punya musim mekar yang rahasia,

Ditakar presisi oleh Sang Waktu,

Tanpa pernah tertukar, tanpa pernah terburu.


Maka berjalanlah tanpa membandingkan luka,

Sebab tujuanmu bukan menjadi peniru keberhasilan orang lain,

Melainkan menjadi utuh di jalanmu sendiri.

 


Posting Komentar

0 Komentar